Vaksinasi

Vaksinasi adalah pemberian antigen pada ternak untuk merangsang sistem kekebalan sehingga menghasilkan antibody khusus terhadap berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus dan protozoa.

Pemberian vaksin pada hewan ternak berfungsi:
Untuk menjaga sistem kekebalan tubuh unggas agar tidak mudah terserang penyakit.
Untuk mencegah penyebaran penyakit pada unggas.
Pemberian vaksin untuk hewan ternak memiliki keuntungan seperti : peternak dapat menekan biaya, karena pemberian vaksin pada awal beternak lebih baik daripada mengobati hewan ternak yang sakit, Kesehatan unggas meningkat dan tidak menutup kemungkinan produksinya juga meningkat.

Saat ini serangan penyakit sudah menyebar hampir ke seluruh wilayah, baik penyakit viral maupun penyakit bakterial. Oleh karena itu tindakan pencegahan dengan vaksinasi sangat perlu dilakukan. Dengan berbagai pertimbangan seperti :
-penyakit viral tidak dapat disembuhkan dengan pemberian obat
-pengendalian terbaik dengan memberikan kekebalan pada ayam
-adanya penyakit bakterial yang jika sudah terlanjur menyerang sulit diberantas secara tuntas sehingga mudah muncul kembali (misalnya korisa)(
-serta biaya kesehatan untuk pencegahan lebih murah jika dibandingkan dengan biaya pengobatan/terlanjur terjadi kasus penyakit

Keberhasilan vaksinasi dipengaruhi beberapa faktor yang sering kita sebut dengan 4M:
-Materi (vaksin dan ayam)
-Metode (program vaksinasi dan teknik vaksinasi)
-Manusia (keterampilan, sikap, dan pengetahuan)
-Milieu/lingkungan (agen penyakit, biosekuriti, dan air)

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Vaksinasi
Agar kekebalan hasil vaksinasi optimal, sebaiknya saat melakukan vaksinasi perlu memperhatikan hal-hal berikut:
▪︎Jangan gunakan vaksin jika botol retak atau segel rusak serta catat nomer batch vaksin dan perhatikan tanggal kedaluwarsanya
▪︎Ayam yang akan divaksin dalam kondisi sehat. Misalnya jika ayam sedang terkena korisa, sebaiknya dilakukan pengobatan terlebih dahulu
▪︎Gunakan teknik vaksinasi sesuai anjuran (tepat teknik) dan jika menggunakan alat suntik, pastikan alat suntik yang digunakan steril
▪︎Pastikan setiap ekor mendapat dosis yang sama dan seragam. Saat vaksinasi, hindari perlakuan kasar yang menyebabkan ayam stres atau salah suntik dan tidak tergesa-gesa, tidak ada ayam “lolos” tidak tervaksin serta perhatikan batas waktu vaksin setelah dilarutkan

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan ketidak-keseragaman dosis, yaitu :
▪︎Lama pelaksanaan vaksinasi lebih dari 2 jam sejak vaksin dilarutkan, sehingga ada kemungkinan agen infeksi dalam vaksin menjadi mati yang berakibat ayam yang divaksin belakangan tidak mendapat dosis minimal yang diperlukan
▪︎Terdapat buih pada alat suntik sehingga volume larutan vaksin tidak terisi penuh
Vaksin yang sudah di-thawing diletakkan kembali di suhu dingin
▪︎Saat vaksinasi, agen infeksi yang terkandung dalam vaksin terkena suhu tinggi (terlalu dekat dengan pemanas atau kontak dengan sinar matahari)
▪︎Larutan vaksin tercemar desinfektan/logam berat/kaporit, pH pelarut yang sangat rendah (pH asam) atau sangat tinggi (pH basa)
▪︎Tiga hari sebelum dan sesudah vaksinasi, berikan vitamin atau imunomodulator (bahan alami/buatan yang dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan) seperti Imustim untuk daya tahan dan hasil optimal

Agar hasil vaksinasi optimal, maka salah satu faktor yang perlu kita perhatikan yakni metode vaksinasi, seperti program vaksinasi dan teknik vaksinasinya. Namun perlu didukung dengan kualitas vaksin yang digunakan, kondisi ayam, pelaksana/operator dan pengelolaan lingkungan yang baik.
Beberapa teknik vaksinasi yang umum di lapangan adalah tetes (mata/hidung/mulut), suntikan (subkutan/intramuskuler) maupun tusuk sayap.


Komentar