Biosecurity dan Sanitasi

Biosecurity

Biosecurity adalah suatu konsep yang merupakan bagian integral dari suksesnya  sistem  produksi  suatu  peternakan  unggas,  khususnya  ayam  petelur dalam mengurangi risiko dan konsekuensi dari masuknya penyakit infeksius terhadap unggas maupun manusia (Payne 2000). Biosekurity merupakan praktik manajemen  dengan  mengurangi  potensi  transmisi  perkembangan  organisme seperti virus AI dalam menyerang hewan dan  manusia. Biosekurity terdiri dari dua elemen penting yaitu bio-kontaimen dan bio-ekslusi.   
Tujuan utama dari penerapan biosecurity, antara lain
1) mencegah penyakit mematikan dan mudah menular masuk ke peternakan 
2) mengurangi tantangan dari mikroorganisme patogen yang dapat menurunkan produktivitas
3) menghilangkan penyakit imunosupresif yang menyebabkan unggas rentan terhadap serangan penyakit 
4) mengurangi pencemaran terhadap hasil ternak, baik telur, daging maupun fesesnya.


Sanitasi

Sanitasi adalah pengupayaan dan pengondisian untuk mewujudkan lingkungan yang sehat bagi manusia, hewan, dan produk hewan.Yang dimaksud dengan “higiene” adalah kondisi lingkungan yang bersih yang dilakukan dengan cara mematikan atau mencegah hidupnya jasad renik pathogen dan mengurangi jasad renik lainnya untuk menjaga kesehatan manusia (Sumartini, Ni Nyoman, 2014).
Penerapan dari prinsip-prinsip sanitasi adalah untuk memperbaiki, mempertahankan atau mengembalikan kesehatan yang baik pada manusia. Dalam industri pangan, sanitasi  meliputi berbagai  kegiatan secara aseptik dalam persiapan, pengolahan dan pengkemasan produk makanan; pembersihan dan sanitasi pabrik serta lingkungan pabrik dan kesehatan pekerja.  Sedangkan dalam industri peternakan. Prinsip-prinsip sanitasi dilakukan pada berbagai tahapan misalnya pada usaha pembibitan, usaha pembesaran ternak, pemerahan susu, RPH/RPU, tempat pemrosesan daging sampai pada penanganan pasca panen, pengolahan dan penyimpanan daging, susu, telur dan sebagainya (Wijayanti, R. P. 2011).

Komentar